Jawabannya: mereka adalah credible messenger (pembawa pesan yang kredibel). Pesan kebenaran dan tuntutan keadilan yang disuarakan oleh para ulama adalah logis, terbukti, sesuai fitrah manusia, dan menjadi tuntutan masyarakat, hal ini tidak bisa dibantah oleh siapapun, termasuk para perusak negara ini di kalangan elit.

Maka cara jitu untuk menghalangi sampainya kebenaran tersebut ke khalayak adalah menghancurkan kredibelitas para pembawa pesan, baik dengan tuduhan macam2, pembunuhan karakter, atau dijebloskan ke penjara.

Dengan demikian, pesan kebenaran dan tuntutan keadilan yang disuarakan oleh ulama tidak sampai ke Audience (masyarakat), kalaupun sampai, pesan ini tidak mampu mempengaruhi mereka, apalagi menggerakkan masyarakat untuk melawan kedzaliman.

Ini adalah trik yang dilakukan oleh pengusung kebatilan, sejak zaman para nabi mulai zaman Nabi Ibrahim As. dDisaat Namrudz, tidak mampu berdiskusi dengan Ibrahim, karena logika-logika yang luar biasa diberikan Ibrohim. Ia pun menghancurkan Ibrahim sebagai pembawa pesan kebenaran dengan menuduh bahwa nabi Ibrahim akan merusak tatanan masyarakat.

Demikian juga ketika Firaun tidak mampu Melawan Logika kebenaran yang disampaikan oleh Nabi Musa AS, maka Firaun pun menuduh Musa sebagai pengajar teroris radikal yang berupaya merubah sistem perundang-undangan yang berlaku di Mesir pada saat itu.

Firaun pun mempengaruhi masyarakat agar bersama-sama memusuhi Musa yang membawa kebenaran Ilahi dengan berbagai macam isu dan tuduhan yang sengaja diciptakan

Wahai kawan, ini hanya pengulangan sejarah Firaun-Firaun kontemporer berupaya membungkam kebenaran yang dibawa oleh para ulama.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY